Rabu, 10 November 2010

bagaimana mendefinisikan kepedihan?

entahlah.. mungkin ada banyak orang di luar sana yang tak pernah tahu tentang kepedihan. mereka, di luar sana yang hidup serba berkecukupan dan berkemudahan, yang hidupnya hanya mengenal sekolah, belanja dan hobby. selain itu mereka punya segala hal untuk bisa melakukan apa saja untuk mereka. selalu ada pembantu yang akan memasak untuk mereka, mencuci baju mereka, menyiapkan makanan, bahkan sampai menyetrika dan mempersiapkan apapun yang mereka butuhkan, selalu ada orang tau yang punya banyak uang yang bisa melakukan apa saja untuk mereka. dan yang paling penting, mereka punya kemampuan untuk menarik siapapun untuk dekat dengan mereka, uang, posisi, status, fisik, kekerabatan..

saya pernah bertanya dalam hati, bagaimana orang-orang seperti ini mendefinisikan kesedihan dan kemalangan? apakah bagi mereka kemalangan adalah ketika mereka dapat nilai E dalam sebuah mata kuliah, atau mungkin kepedihan bagi mereka adalah saat mereka sedang di stadion menyaksikan tim sepakbola kessayangan mereka kalah dari tim lawan, atau mungkin bagi mereka kesedihan adalah saat mereka ketinggalan konser salah satu artis pujaan mereka..

saya juga tak tahu bagaimana mendefinisikan kepedihan dan kemalangan, bagi saya itu adalah suatu yang terasa absurd, bahkan ketika di saat-saat tertentu saya merasakan secara langsung kepedihan dan kemalangan itu hadir dalam ruang-ruang yang nyata,dalam keseharian hidup, dalam kenyataan yang saya alami di depan mata. ia tetap saja absurd dan sulit dimengerti..

atau haruskah aku menjadi anak-anak yang berdiri di pinggir jalan yang berpakaian gembel dan mengemis, atau menjadi orang tua yang di pinggir jalan, yang sebelah kakinya, atau kadang kadang sebelah tangannya buntung, untuk bisa mengerti bagaimana kepedihan itu.. bagaimana kemalangan itu..

ataukah memang kesedihan dan kepedihan bukanlah sesuatu untuk kita pertanyakan.. mungkin kesedihan dan kepedihan adalah hal-hal determinis yang harus kita terima sebagimana adanya.. mungkin kesedihan tercipta untuk menyatu dalam diri kita, untuk melengkapi sisi kemanusiaan kita...
entahlah..

0 komentar:

Posting Komentar

welcome to the fadlanous's poems parade